Prinsip Seorang Guru
  • NURQUR'AN ANANDA FAUZAN
  • 24 November 2023
  • 250 x

Peringatan hari guru memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran krusial guru dalam membentuk generasi yang lebih baik. Peringatan hari guru juga untuk memberikan motivasi kepada para guru agar terus meningkatkan kualitas, Kreatvitas, inovatif dalam pengajaran yang mereka berikan. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, peringatan Hari Guru Nasional juga memberikan kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk memerhatikan isu-isu terkait pendidikan dan guru, seperti kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, dan pengembangan profesionalisme guru.

Melalui peringatan hari guru, diharapkan para guru dapat merasa dihargai dan didukung dalam melaksanakan tugas mereka sebagai pendidik. Dengan begitu para guru dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengembangkan dunia pendidikan secara global. Adapun prinsip seorang guru sebagai berikut;

1.      Kesiapan

Dalam proses pembelajaran yang paling utama yaitu harus dalam keadaan siap. Siap disini diartikan bahwa peserta didik harus siap menerima materi yang akan disampaikan oleh guru. Jika peserta didik tidak siap dalam menerima materi pasti tidak akan fokus kepada apa yang disampaikan guru kepadanya.

2.      Perhatian

Perhatian dalam pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting. Kenyataannya menunjukkan bahwa tanpa perhatian tidak mungkin terjadi pembelajaran baik dari pihak guru sebagai pengajar serta peserta didik yang belajar.

Perhatian peserta didik akan timbul apabila bahan pelajaran yang dihadapinya sesuai dengan kebutuhannya, apabila bahan pelajaran itu sebagai suatu yang dibutuhkan tentu perhatian untuk mempelajarinya semakin kuat. Secara psikologis, apabila sudah berkonsentrasi pada sesuatu maka segala stimulus yang lainnya tidak diperlukan. Akibat dari keadaan ini kegiatan yang sedang dilakukan tentu akan berjalan dengan baik.

3.      Motivasi

Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan, semangat untuk anak agar siap belajar dan fokus dalam belajar. Motivasi juga memiliki peran penting dalam pembelajaran. Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau keinginan untuk belajar timbul dari dirinya sendiri. Motivasi dalam hal ini meliputi: mengetahui apa yang dipelajari dan memahami mengapa hal tersebut harus dipelajari. Kedua hal ini sebagai unsur motivasi yang menjadi dasar permulaan yang baik untuk belajar.

Motivasi adalah unsur utama dalam dalam pembelajaran dan pembelajaran tidak dapat berlangsung tanpa adanya perhatian anak, apabila anak memperhatikannya secara spontan tanpa memerlukan usaha.

4.      Tujuan

Dalam proses pembelajaran seorang pendidik haru memiliki tujuan yang jelas agar peserta didik tidak dalam keadaan bingung. Tujuan harus tergambar jelas dalam pikiran dan diterima oleh para peserta didik pada saat proses pembelajaran.

5.      Keaktifan

Mengajar adalah suatu proses untuk membimbing pengalaman belajar. Pengalaman tersebut dapat diperoleh apabila peserta didik memiliki keaktifan untuk bereaksi dengan lingkungannya. Dalam suatu proses pembelajaran peserta didik harus aktif, mulai dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai pada kegiatan psikis yang susah diamati. 

Dengan demikian belajar yang berhasil harus melalui banyak aktivitas baik fisik maupun psikis. Bukan hanya menghafal, sejumlah rumus-rumus atau informasi tetapi harus belajar harus berbuat seperti, membaca, menulis, mendengar, berlatih keterampilan dan lainnya. 

Prinsip aktif di atas menurut pandangan psikologis bahwa segala pengetahuan harus diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman sendiri. Jadi, dalam pembelajaran yang mengolah dan merencana adalah peserta didik dengan kemauam, kemampuan, bakat dan latar belakang masing-masing, guru hanya merangsang keaktifan peserta didik dengan menyiapkan bahan ajar.

6.      Tantangan

Implikasi prinsip tantangan bagi peserta didik adalah tuntutan dimilikinya kesadaran pada dirinya akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh, memproses, dan mengolah pesan. Selain itu, siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala masalah yang dihadapinya.


Penulis: Irfan Maulana, M.Pd